Kamis, 14 Februari 2013

Alat Musik Modern

Posted by Unknown on 22.54 with 1 comment
Alat Musik Modern

1.Gitar


Gitar adalah alat musik petik yang terbuat dari kayu dengan beberapa bagiandari logam / Metal dan terdapat 6 tali / senar untuk dimainkan. Bagian atas danbawah dari badan gitar berbentuk angka 8. 6 senar terikat pada Pegs ataupemutar senar yang ditarik sepanjang badan gitar. Pegs / pemutar senar digunakan untuk Tuning. Instrumen ini sangat dikenal. Hanya dengan memetiksenarnya, orang orang langsung bergabung bersama. Pada sebuah pesta andabisa bermain gitar untuk bernyanyi dan berdansa. Disaat sendiri suara yangdihasilkan bagai sebuah Orchestra kecil.


2. Piano

Piano merupakan alat musik yang bisa dikategorikan sebagai bagian darifurnitur yang indah, yang bisa dijadikan pajangan dirumah.Perbedaannya, furnitur yang satu ini dilengkapi dengan mesin modern yangberfungsi untuk memainkan musik sebagai hiburan. Karenanya alat musik inimembutuhkan perawatan yang baik dari loe si pemiliknya.






3. Drum

Drum sebenarnya bermacam-macam. Ada Snare, Tom-tom, bass, conga,
tymbal, mondo, bedug, tabla…..dll. Mereka sebenarnya adalah drum, karena
memainkannya dengan cara dipukul. Tetapi yang kita bahas adalah DRUMSET,yang bisa dibilang bentuk drum paling modern. Drumset itu sendiri sebenarnyaterdiri atas 3 drum, yaitu Snare, Tom-tom dan Bass drum. Untuk Tom-tommasih dapat dibagi dua lagi, yaitu : Mounted tom dan floor tom-tom(tergantung dari peletakan dan diameter saja). Dari ke tiga unsur tersebutmasih ada beberapa unsur penting lagi, yaitu cymbal, hardware, (pedal, hihatstand, cymbal stand,snare stand, tom holder/tom stand) dan drumhead.


4. Gitar Bass


bass,sering kita dengar bahkan pernah memainkan alat musik seperti ini. bassdalam suatu insturmen musik adalah yang sangat penting kedudukanya. basssangat berpengeruh dalam bagus tidaknya suatu aransement musik.dalamartian bass disinisangat fenting manfaatnya. mungin dalam bentuk bass disinisangat tidak memiliki model pariasi yang bagus tetapi kdeudukanya sangatfenting dalam suatu instrumen musik. bass disini juga suaranya kita ketahuitidak sebagus dari suara gitar yang dibunyikan dengan alunan distorsi, tetapibass ini dalam alunan musik rock sangat berkreasi seperi pada saat orangmemainkanya dengan bentuk slapp bass, dan kita tahu bahwa suara yangdikeluarkan sangat beranekaragam apabila kita pintar memainkanya.





5. Biola


Biola adalah sebuah alat musik dawai yang dimainkan dengan caradigesek. Biola memiliki empat senar (G-D-A-E) yang disetel berbedasatu sama lain dengan interval sempurna kelima. Nada yang palingrendah adalah G. Di antara keluarga biola, yaitu dengan viola dancello, biola memiliki nada yang tertinggi. Alat musik dawai yanglainnya, bas, secara teknis masuk ke dalam keluarga viol. Kertasmusik untuk biola hampir selalu menggunakan atau ditulis padakunci G.



5. Obo


Obo adalah alat musik double reed jenis woodwind. Ia adalahketurunan dari shawm. Kata "obo" berasal dari bahasa Perancishautbois, berarti "high wood". Alat musik ini kadang-kadang masihdisebut hautboy dalam bahasa Inggris. Seorang musikus yangmemainkan obo disebut obois.


6.Saksofon

Saksofon adalah instrumen yang masih tergolong dalam keluargabrasswind. Saksofon biasanya terbuat dari logam dan dimainkanmenggunakan single-reed seperti klarinet. Saksofon yang merupakanciptaan dari Adolphesax pada tahun 1846, umumnya dihubungkandengan popular music, big band music dan jazz, tapi awalnyaditujukan sebagai instrumen orkestra dan band militer.







7. Flute


Flute adalah instrumen musik dari keluarga woodwind. Suara flute berkarakter lembut dan dapat dikombinasikan dengan instrumen lainnya dengan baik. Flutemodern untuk profesional umumnya terbuat dari perak, emas atau kombinasikeduanya. Sedangkan flute untuk student umumnya terbuat dari nikel-perak,atau logam yang dilapisi perak.


Alat Musik Tradisional

Posted by Unknown on 22.00 with No comments
Alat Musik Tradisional


1. Gamelan

Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya/alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul/menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa,Madura, Bali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ansambel. Seperangkat gamelan biasanya terdiri atas bonang, saron, gender, rebab, siter, gong, kendang dan suling. 



2. Angklung


Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. 

Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dariUNESCO sejak November 2010.



3. Kolintang


Kolintang (atau kulintang) adalah alat musik perkusi yang terbuat dari bilah kayu dengan kotak resonansi dibawahnya. Dimainkan dengan cara dipukul . Di Indonesia kolintang dihubungkan dengan orang Minahasa dari Sulawesi Utara, namun kolintang juga terkenal di Malukudan Timor.





4. Sasando


Sasando adalah sebuah alat instrumen petik musik. Instumen musik ini berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Secara harfiah nama Sasando menurut asal katanya dalam bahasa Rote, sasandu, yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi. Konon sasando digunakan di kalangan masyarakat Rote sejak abad ke-7. Bentuk sasando ada miripnya dengan instrumen petik lainnya seperti gitar, biola dan kecapi. Bagian utama sasando berbentuk tabung panjang yang biasa terbuat dari bambu.






5. Sampek / Sape’


Sampek adalah alat musik tradisional Suku Dayak Kayaan yang berada di Kalimantan Barat. Bentuknya berbadan lebar, bertangkai kecil, panjangnya sekitar satu meter. Alat musik ini terbuat dari berbagai jenis kayu. Namun, yang paling sering dijadikan bahan adalah kayu arrow, kayu kapur, dan kayu ulin dan dibuat secara tradisional. Proses pembuatan bisa memakan waktu berminggu-minggu. Dibuat dengan 3 senar, 4 senar dan 6 senar. Biasanya sampek akan diukir sesuai dengan keinginan pembuatnya, dan setiap ukiran memiliki arti.




6. Talempong

Talempong adalah sebuah alat musik pukul tradisional khas suku Minangkabau. Bentuknya hampir sama dengan instrumen bonang dalam perangkat gamelan. Talempong dapat terbuat dari kuningan, namun ada pula yang terbuat dari kayu dan batu. Saat ini talempong dari jenis kuningan lebih banyak digunakan. Talempong berbentuk lingkaran dengan diameter 15 sampai 17,5 sentimeter, pada bagian bawahnya berlubang sedangkan pada bagian atasnya terdapat bundaran yang menonjol berdiameter lima sentimeter sebagai tempat untuk dipukul. Talempong memiliki nada yang berbeda-beda. Bunyinya dihasilkan dari sepasang kayu yang dipukulkan pada permukaannya.Talempong biasanya digunakan untuk mengiringi tarian pertunjukan atau penyambutan, seperti Tari Piring yang khas, Tari Pasambahan, dan Tari Gelombang. Talempong juga digunakan untuk melantunkan musik menyambut tamu istimewa. Talempong ini memainkanya butuh kejelian dimulai dengan tangga nada do dan diakhiri dengan si.Talempong diiringi oleh akord yang cara memainkanya serupa dengan memainkan piano. 


7. Tifa



Tifa mirip dengan alat musik gendang yang dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik ini terbuat dari sebatang kayu yang dikosongi atau dihilangi isinya dan pada salah satu sisi ujungnya ditutupi, dan biasanya penutupnya digunakan kulit rusa yang telah dikeringkan untuk menghasilkan suara yang bagus dan indah. Bentuknyapun biasanya dibuat dengan ukiran. Setiap suku di Maluku dan Papua memiliki tifa dengan ciri khas nya masing-masing.
Tifa biasanya digunakan untuk mengiringi tarian perang dan beberapa tarian daerah lainnya seperti tari Lenso dari Maluku yang diiringi juga dengan alat musik totobuang, tarian tradisional suku Asmat dan tari Gatsi.




  


Sejarah Musik Modern

Posted by Unknown on 19.57 with No comments
Musik Modern

Modern adanya sentuhan teknologi yang dianggap lebih beradab dan lebih maju,sedangkan tradisional lebih terikat akan fungsional dalam social masyarakat yangmendukung sebuah kebudayaan tersebut. Tetapi apabila kita membandingkan dua buahinstrumen yang hampir bersamaan bentuknya yang kita kategorikan keduanya dalam duakelompok yang berlawanan, yaitu modern dan tradisional, misalnya taganing (drum-chime) Batak Toba dengan Bongo. Kalau kita berbicara masalah bahan secara organologibarangkali ada beberapa perbedaan bahan dari yang alami dengan hasil mesin pengolahbahan. Tetapi segi teknologi barangkali belum begitu jauh berbeda karena kedua-duanya dapat di tune karena taganing juga adalah melodis. Barangkali accordeon danbiola yang biasa dimainkan dalam kesenian Ronggeng Melayu Sumatera Timurdibandingkan dengan pemain accordeon Prancis, dimana Ronggeng Melayu biasanyadisebut tradisional dan berkaitan di Prancis dikategorikan sebagai alat musik modern,bagaimana kita memandang hal ini ? Mungkin alat-alat musik elektronik seperti gitarlistrik dengan kemungkinan berbagai macam efek dibandingkan dengan kacapi Sundayang juga sudah mengenal efek dan elektrik, tapi masih dalam tataran tradisionalbarangkali merupakan contoh yang lain bagaimana kita mengkategorikan alat musiktradisional dengan modern. Padahal semuanya menjalani satu proses masing-masingdalam kata kunci perubahan tadi. Triangle dan Hesek adalah sama-sama pecussion yangbahan dasarnya juga barangkali hampir sama.

sejarah seni ukir

Posted by Unknown on 19.52 with No comments
Seni Ukir

Seni ukir atau ukiran merupakan gambar hiasan dengan bagian-bagian cekung (kruwikan) dan bagian-bagian cembung (buledan) yang menyusun suatu gambar yang indah. Pengertian ini berkembang hingga dikenal sebagai seni ukir yang merupakan seni membentuk gambar pada kayu, batu, atau bahan-bahan lain.

Bangsa Indonesia mulai mengenal ukir sejak zaman batu muda (Neolitik), yakni sekitar tahun 1500 SM. Pada zaman itu nenekmoyang bangsa Indonesia telahmembuat ukiran pada kapak batu, tempaan tanah liat atau bahan lain yang ditemuinya. Motif dan pengerjaan ukiran pada zaman itu masih sangat sederhana. Umumnya bermotif geometris yang berupa garis, titik, dan lengkungan, dengan bahan tanah liat, batu, kayu, bambu, kulit, dan tanduk hewan Pada zaman yang lebih dikenal sebagai zaman perunggu, yaitu berkisar tahun 500 hingga 300 SM. Bahan untuk membuat ukiran telah mengalami perkembangan yanitu menggunakan bahan perunggu, emas, perak dan lain sebagainya. Dalam pembuatan ukirannya adalah menggunakan teknologi cor. Motif-motif yang di gunakanpada masa zaman perunggu adalah motif meander, tumpal, pilin berganda, topeng, serta binatang maupun manusia. Motif meander ditemukan pada nekara perunggu dari Gunung merapi dekat Bima. Motif tumpal ditemukan pada sebuah buyung perunggu dari kerinci Sumatera Barat, dan pada pinggiran sebuah nekara (moko dari Alor, NTT. Motif pilin berganda ditemukan pada nekara perunggu dari Jawa Barat dan pada bejana perunggu darikerinci, Sumatera. Motif topeng ditemukan pada leher kendi dari Sumba. Nusa Tenggara, dan pada kapak perunggu dari danau Sentani, Irian Jaya. Motif ini menggambarkan muka dan mata orang yang memberi kekuatan magis yang dapat menangkis kejahatan. Motif binatang dan manusia ditemukan pada nekara dari Sangean.
Setelah agama Hindu, Budha, Islam masuk ke Indonesia, seni ukir mengalami perkembangan yang sangat pesat, dalam bentuk desain produksi, dan motif. Ukiran banyak ditemukan pada badan-badancandi dan prasasti-prasasti yang di buat orang pada masa itu untuk memperingati para raja-raja. Bentuk ukiran juga ditemukan pada senjata-senjata, seperti keris dan tombak, batu nisan, masjid, keraton, alat-alat musik, termasuk gamelan dan wayang. Motif ukiran, selain menggambarkan bentuk, kadang-kadang berisi tentang kisah para dewa, mitos kepahlawanan, dll. Bukti-bukti sejarah peninggalan ukiran pada periode tersebut dapat dilihat pada relief candi Penataran di Blitar, candi Prambanan dan Mendut di Jawa Tengah.
Saat sekarang ukir kayu dan logam mengalami perkembangan pesat. Dan fungsinyapun sudah bergeser dari hal-hal yang berbau magis berubah menjadi hanya sebagai alat penghias saja.pada ukiran kayu meliputi motif Pejajaran, Majapahit, Mataram, Pekalongan, Bali, Jepara, Madura, Cirebon, Surakarta, Yogyakarta, dan berbagai macam motif yang berasal dari luarJawa.

Sejarah Musik Tradisional

Posted by Unknown on 19.46 with No comments
Sejarah Musik Tradisional

      Musik daerah atau musik tradisional adalah musik yang lahir dan berkembang didaerah- daerah di seluruh Indonesia. Ciri khas pada jenis musik ini teletak pada isilagu dan instrumen (alat musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yaknisyair dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat. Indonesiaadalah sebuah negara yang terdiri dari ribuan pulau yang terbentang dari Papuahingga Aceh. Dari sekian banyaknya pulau beserta dengan masyarakatnya tersebutlahir, tumbuh dan berkembang. Seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, mediaekspresi dari masyarakat pendukungnya. Hampir diseluruh wilayah Indonesia mempunyai seni musik tradisional yang khas.Keunikan tersebut bisa dilihat dari teknik permainannya, penyajiannya maupunbentuk/organologi instrumen musiknya. Hampir seluruh seni tradisional Indonesiamempunyai semangat kolektivitas yang tinggi sehingga dapat dikenali karakter khasorang/masyarakat Indonesia, yaitu ramah dan sopan. Namun berhubung denganperjalanan waktu dan semakin ditinggalkanya spirit dari seni tradisi tersebut, karekter kita semakin berubah dari sifat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaanmenjadi individual/egoistis. begitu banyaknya seni tradisi yang dimiliki bangsaIndonesia, maka untuk lebih mudah mengenalinya dapat di golongkan menjadibeberapa kelompok yaitu alat musik/instrumen perkusi, petik dan gesek.